Stres Jabatan: Penyebab dan Implikasinya

Karya :
Prof. Dr. Drs. Ekawarna, M.Psi

Spek Buku:
Ukuran A5
Cover Artcarton 260 gsm
HVS 70 gr
204 Halaman

Deskripsi

Setiap orang yang pernah memiliki jabatan, pasti pernah mengalami stress. Stres yang terjadi pada seseorang pemegang jabatan disebut stres jabatan (occupational stress). Stres Jabatan adalah fenomena serius yang merujuk pada karakteristik tempat kerja yang membuat pemegang jabatan merasa tegang dan terancam. Tuntutan jabatan dapat menjadi penyebab utama stres di tempat kerja di mana pemegang jabatan tidak tahu bagaimana mengatur diri mereka sendiri untuk memenuhi tuntutan pekerjaan mereka. Stres Jabatan memiliki konsekuensi yang merusak baik pada individu maupun organisasi.  Efek negatif dari stres jabatan pada individu adalah kelelahan, depresi, kecemasan, gangguan tidur dan kesulitan dalam mengambil keputusan. Juga, stres jabatan menyebabkan rendahnya produktivitas, ketidakpuasan, komitmen yang rendah, absensi, dan pergantian pejabat dalam organisasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres jabatan membuat kontribusi yang lebih kuat dan merupakan prediktor yang signifikan dari work-life balance, dan work-life conflict para akademisi.

Konflik dan stres bagaikan dua sisi mata uang yang sulit dapat dipisahkan, sisi yang satu konflik dapat menyebabkan stres, sisi yang lain stres dapat menyebabkan konflik, keduanya dapat berdampak positif, namun keduanya dapat pula berdampak negatif.  Konflik dan stres telah menjadi trend dalam kehidupan abad moderen ini. Konflik dan stres tidak hanya berdampak pada biaya pribadi yang tinggi namun mahal untuk organisasi. Penelitian menunjukkan bahwa manajer kehilangan 25% dari hari kerjanya hanya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Biaya sebenarnya termasuk waktu kerja yang terbuang, pergantian staf yang lebih tinggi, ketidakhadiran, inefisiensi, semangat kerja rendah, kerja tim yang buruk dan mahalnya biaya penanggulangan distress. Bagaimana konflik dan stres dirasakan tergantung pada berbagai faktor, misalnya; usia, temperamen/kepribadian,  jenis kelamin, lingkungan, dukungan, dan kemampuan mengelolanya.

Buku ini mencoba mendeskripsikan stres jabatan sekaitan dengan munculnya konflik, yang ditujukan agar para pembaca dan mahasiswa memiliki wawasan tentang konsep dasarnya, memahami dan memiliki kemampuan dalam mengelola gejalanya, dan terlibat dalam perencanaan dan perilaku untuk mencegah dan mengelola dampak negatif dari konflik dan stres. Dengan pemahaman tersebut diharapkan Anda lebih siap untuk menghadapi peluang dan ancaman dalam kehidupan di masa mendatang. “say yes to conflict and stress”.

Selamat membaca, semoga bermanfaat.

 

Stres Jabatan: Penyebab dan Implikasinya

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Stres Jabatan: Penyebab dan Implikasinya”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *