Description
Tangan Acik Rubaya tampak lihai mencampurkan sejempol kunyit yang dihaluskan bersama beras tumbuk dan sekuntum bunga melati putih. Sambil mulutnya komat-kamit, ia melumurkannya ke wajahku. Rasa dingin dengan bebauan khas bahan tersebut mengetuk hidungku, membuatku agak mual.
Belum selesai sampai di sana. Aku harus menelan segelas ramuan dari campuran kuning telur, kelapa, gula merah, jeruk nipis, dan garam.
Ritual ini hanya bagian kecil dari rangkaian seremoni pernikahan di sini. Persetan, sebenarnya sebagian diriku berpikir hal ini tidak ada kaitannya dalam upacara pernikahan. Namun, karena menikah di Kuala Tungkal, aku memilih mengikuti saja. Di tempat seperti ini, tanpa sanak keluarga, diam sering kali lebih berguna daripada bertanya.
Acik menyelesaikan pekerjaannya dengan teliti. Jemarinya cekatan, dingin, dan tak pernah ragu. Ia menatap wajahku melalui cermin kecil yang sebagian sudah retak, lalu mengangguk pelan.





Reviews
There are no reviews yet.