Description
seni baca Al-Qur’an yang di banyak tempat masih berjalan secara musiman—intensif menjelang musabaqah, lalu meredup setelahnya—dan harapan agar pembinaan qari dan qari’ah dapat dikelola secara lebih tertata, berkelanjutan, dan bermutu. Dari titik itulah gagasan-gagasan dalam buku ini disusun: memadukan khazanah keilmuan Islam tentang tilawah dengan prinsip-prinsip manajemen dan pengembangan sumber daya manusia yang modern.
Pembahasan dalam buku ini bergerak dari yang mendasar menuju yang aplikatif. Diawali dengan pemahaman tentang kedudukan Al-Qur’an dan seni tilawah, dilanjutkan dengan pengenalan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) beserta sejarah, landasan, dan tujuannya. Setelah itu, pembahasan beralih ke konsep strategi, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, landasan teoretis pembinaan, kompetensi dan metode pembinaan qari-qari’ah, peran kepemimpinan Ketua LPTQ melalui fungsi manajemen, hingga tantangan, evaluasi, dan model pembinaan yang berkelanjutan.
Sebagai sebuah karya, buku ini tidak dimaksudkan sebagai laporan atas kasus tertentu, melainkan sebagai kerangka gagasan yang diharapkan dapat menjadi rujukan bagi siapa pun yang menaruh perhatian pada pengembangan Al-Qur’an: pengurus LPTQ, pelatih, pembina pesantren, akademisi, mahasiswa, hingga para pengambil kebijakan di bidang keagamaan.





Reviews
There are no reviews yet.