
Lahir dan dibesarkan di Jambi, 43 tahun yang lalu; penulis menghabiskan sebagian besar hidupnya di dunia pendidikan. Ia percaya bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar membaca, menulis, dan berhitung, melainkan tempat manusia belajar menjadi manusia. Perjalanannya sebagai pendidik membawanya mengikuti berbagai kompetisi, pelatihan, dan program pengembangan pendidikan. Ia pernah memperoleh berbagai penghargaan di bidang pendidikan dan berkesempatan mengunjungi sekolahsekolah di negeri China untuk mempelajari praktik-praktik pendidikan yang inspiratif. Namun dari semua pengalaman tersebut, satu keyakinannya tidak pernah berubah: sekolahsekolah kecil di pelosok negeri memiliki potensi yang sama jika diarahkan dengan baik. Selain sebagai seorang pengajar, penulis juga adalah Fasilitator Daerah Tanoto Foundation, dan cukup aktif membuat tulisan. Ratusan artikel dan tulisan konten pembelajarannya telah dimuat di berbagai surat kabar dan media; sebagian besar di terbitkan diKompas.com. Baginya, menulis adalah cara kedua untuk mengajar. Jika di ruang kelas ia berbicara kepada puluhan siswa, maka melalui tulisan ia dapat berbicara kepada ribuan pembaca. Dalam beberapa tahun terakhir, amanah membawanya menjadi kepala sekolah di sebuah SMP negeri yang berada di daerah perbatasan Kabupaten Muaro Jambi. Disanalah ia menemukan banyak kisah yang menguatkan keyakinannya bahwa perubahan tidak selalu membutuhkan fasilitas yang mewah. Perubahan sering kali lahir dari keberanian untuk memulai, kesediaan untuk belajar, dan keteguhan untuk terus bergerak meski langkah terasa berat. Buku ini lahir dari pengalaman-pengalaman nyata selama memimpin sekolah di daerah terpencil. Sebagian kisah mungkin terdengar lucu, sebagian lagi mengharukan, Namun semuanya adalah pengingat bahwa pendidikan selalu menyimpan keajaibankeajaiban kecil yang seringkali luput dari perhatian. Bagi penulis, seorang guru tidak pernah benar-benar pensiun dari pekerjaannya. Sebab selama masih ada anak yang ingin belajar, selama masih ada sekolah yang ingin bertumbuh, dan selama masih ada harapan yang ingin diperjuangkan, pengabdian akan selalu menemukan jalannya. Ia percaya bahwa pendidikan yang baik bukanlah tentang siapa yang paling hebat, melainkan tentang siapa yang paling tulus menyalakan cahaya bagi orang lain.
Buku Terbitan:





