
Prof. Dr. H. Ahmad Syukri, SS., M.Ag lahir di Padang Panjang pada 21 Oktober 1967. Ia menempuh pendidikan di Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi dan kemudian melanjutkan studi hingga menjadi alumni Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang serta Fakultas Sastra Universitas Andalas.
Pendidikan magister (S2) diselesaikannya di UIN Makassar pada tahun 2006, sementara gelar doktor (S3) diraih di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2003. Dalam perjalanan akademiknya, ia pernah menjadi dosen di Fakultas Ushuluddin dan Tarbiyah UMSB Padang Panjang pada 1992–1993 serta di Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang pada 1991– 1993. Saat ini, ia mengabdikan diri sebagai dosen pada Fakultas Ushuluddin dan Program Pascasarjana IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Sebagai akademisi, Ahmad Syukri dikenal produktif menulis dan menerbitkan berbagai karya ilmiah, khususnya dalam bidang tasawuf, sastra, dan dialog pemikiran Islam. Beberapa karyanya antara lain Fenomena Sufisme dalam Karya Sastra Indonesia Kontemporer: Studi terhadap Karya Danarto, Sutardji Calzoum Bachri dan Emha Ainun Nadjib (Padang: IAIN IB Press, 2001), Fenomena Sufisme dalam Puisi Emha Ainun Nadjib: Suatu Analisis Semiotik (Padang: IAIN IB Press, 2001), Sutan Takdir Alisjahbana: Pemikirannya tentang Etika Masa Depan (Jakarta: Haifa Press, 2003), serta Dialog Islam dan Barat: Aktualisasi Pemikiran Etika Sutan Takdir Alisjahbana (Jambi: Sulthan Thaha Press, 2006). Ia juga menulis Islam dan Tradisi di Nusantara (Bunga Rampai) (Haifa Press, 2007) dan Nilai-nilai Sufistik dalam Karya Sastra Indonesia (Jakarta: Referensi, 2014), yang semakin menegaskan kontribusinya dalam kajian Islam, sufisme, dan sastra Indonesia.





