Dr. Fahmi Rasid, SE., M.AP Menjelang senja di sebuah dusun kecil bernama Sei Abang di Sarolangun, seorang pria paruh baya berdiri memandangi aliran sungai yang berkilau kemerahan tertimpa matahari. Dr. Fahmi Rasid, SE, M.AP, 45 tahun, baru saja tiba dari Kota Jambi untuk mengunjungi tanah kelahirannya. Di hadapannya, rumah panggung kayu tempat ia dilahirkan pada 14 Maret 1980 itu tampak sederhana, dikelilingi hamparan hijau pepohonan dan suara alam pedesaan yang menenteramkan. Angin petang membawa aroma humus hutan dan gemericik Sungai Abang – sungai kecil yang menjadi saksi bisu masa kecilnya.Kembali dari meraih gelar doktor, Fahmi Rasid menghadapi rimba birokrasi dengan sudut pandang baru. Sejak pertama menjadi ASN tahun 2007 hingga sekitar satu setengah dekade kemudian, ia telah melalui beragam pengalaman sebagai staf perencanaan di Bappeda Provinsi Jambi. Ia pernah ditugaskan membantu penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), mengevaluasi proposal proyek dari dinas-dinas, hingga lembur mempersiapkan Musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) tahunan. Sering kali ia bekerja dalam senyap di balik layar, menuliskan konsep dan angka di kertas kerja yang mungkin tak pernah diketahui publik luas. Dunia birokrasi, disadarinya, tidak selalu gemerlap. Ada kala ia merasakan stagnansi: jenjang karier yang bergerak lambat, ide-ide segar yang terbentur tembok kebiasaan lama, hingga politik kantor yang

Buku Terbitan:

  1. Kumpulan Opini Membangun Jambi Merangkai Harapan (2025)


Dr. Fahmi Rasid, SE., M.AP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *