
Meiliana K. Tansri, penulis kelahiran Jambi, 14 Mei 1974 bukan orang baru di dunia sastra nasional Indonesia. Berangkat dari keberhasilan memenangi Sayembara Cerber femina 1997 dengan karya berjudul Perahu Kertas, ia mengawali kiprah sebagai novelis dengan diterbitkannya Kupukupu (Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2002). Kupu-kupu kemudian diikuti Belajar Terbang (GPU 2002), Layang-layang Biru (GPU 2006), Konser (GPU 2009), dan Trilogi Darah Emas (GPU 2009) yang terdiri dari 3 novel bersambung yaitu Mempelai Naga, Gadis Buta dan Tiga Ekor Tikus, dan Sembrani. Ibu empat orang putra-putri yang gemar membaca sejak belum sekolah ini memiliki minat besar terhadap budaya dan kearifan lokal Jambi, kampung halamannya. Sebagian karya novelnya mengambil latar belakang tempat di Jambi. Bahkan, Trilogi Darah Emas mengangkat isu pentingnya konservasi alam dan budaya melalui masalah situs purbakala yang tertimbun di bawah bangunan pabrik. Lulusan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Terbuka jurusan Matematika, Mei, panggilan akrabnya, sehari-hari bekerja sebagai guru Matematika di sebuah SLTA swasta di Jambi. Bengawan Kekasih adalah novel kedelapan, yang mengangkat isu kritis tentang kekerasan seksual terhadap anak dan penyandang cacat, dengan latar belakang budaya dan adat Melayu Jambi yang kental. Melalui karya ini Mei berharap bisa membangkitkan kesadaran tentang perlunya kesetaraan hak dan perlindungan terhadap mereka yang lemah. Di media sosial, ia bisa dihubungi melalui akun facebook Meiliana Tansri dan laman facebook Meiliana K. Tansri.
Buku Terbitan:


