Senja yang Tak Tergantikan

Karya : Rahma Yuniarsih R.

Spek Buku:
Ukuran A5
Cover Artcarton 260 gsm
Isi Book Paper
197 Halaman

Description

Hatiku, kini sudah terlalu hancur. Jalanannya rusak, tak tampak di mana arah untuk melangkah. Ketika menangis, tak hanya wajahku yang basah, air mata juga menggenang di setiap jalanan hati yang rusak parah. Genangannya keruh, karena bercampur luka dan kenangan bersamanya. Tak ada satupun diri yang sedang patah hati, mampu berteduh ketika air mata jatuh. Tak mampu memayungi diri sendiri, ketika air mata begitu deras turunnya. Tak mampu juga memeluk tubuh sendiri, dikala meriang karena air mata. Tak ada yang bisa menghentikan air mata, kebahagiaan tak lagi ada artinya, ketika kesedihan begitu menyiksa.

Air mata jatuh secepat aku jatuh cinta, air mata jatuh secepat aku membuatnya percaya, air mata jatuh secepat aku melukainya, dan air mata jatuh secepat aku menghancurkan segala harapannya. Tetapi, luka dihatiku, tak secepat itu mudah berlalu. Luka dihati ini entah berapa lama lagi. Ternyata, melupakan itu butuh waktu yang tak terhingga. Ternyata hujan air mata lebih sulit untuk reda. “Aku sadar, dalam doamu tak mungkin lagi ada namaku. Pasti tak ada lagi doa yang terucap untuk kita kembali bersama. Aku sadar, aku tak pantas lagi bersamamu. Aku menyesal, sudah banyak hati yang kusinggahi, namun lukanya lebih parah lagi. Pernah, aku mencintai dia sepenuh hati, tetapi ternyata yang tulus memang hanya dirimu, yang pernah aku sia-siakan, dulu. Sudah ratusan hari senja kupandangi, tetapi ternyata senja bersamamu yang paling berarti. Tersadar, kau yang paling setia, yang rela melawan ombak bersamaku, waktu itu. Untuk hatimu yang pernah ku tinggal sendiri, aku telah belajar menghargai dan mencintai, aku sudah jera menyakiti, karena aku terlalu lemah ketika disakiti. Kesalahanku penyebab hatimu terluka. Izinkan aku menyembuhkannya.”

Senja yang Tak Tergantikan

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Senja yang Tak Tergantikan”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.